Patung-patung Palon
Bentuk tak beraturan dari karya Noor Ibrahim menjadi nilai lebih yang memiliki makna tersendiri.
Suatu ketika yang indah di Italia. Pematung Marino... more detail
Cita Rasa Ekslusif
Cara aman (dan mudah) memilih lukisan bernilai investasi tinggi.
Boleh dikatakan seni modern adalah evergreen dan menjadi blue chip-nya seni lukis. Meski tak semua lukisan modern menggoreskan sejarah, namun dengan kualitas yang kuat, ia mampu menjadi karya sekaligus investasi yang luar biasa berharga untuk dikoleksi. Nama besar seperti Affandi, dan Adrien-Jean Le Mayeur, membuktikannya.
Sementara berbicara tentang kontemporer-seni yang sedang in dan diwakili oleh persona yang lebih kini-juga tak kalah seru. Terutama setelah booming seni serupa dari China, lukisan kontemporer meroket pamornya (juga harganya). Muncullah nama 'muda' yang harum sampai ke regional Asia, seperti F.X. Harsono, I Nyoman Masriadi, Ugo Untoro, Yunizar, Dikdik Sayahdikumullah, Haris Purnomo, M.Irfan dan Hendra Gunawan yang berhasil 'menjebol' masuk balai lelang bereputasi dunia, Sotheby's.
Beberapa karya seniman di atas di-preview-kan Sotheby's Asia di The Capital Residence Jakarta, Agustus lalu, disandingkan dengan lukisan Affandi dan Le Mayeur. Lukisan ini akan berkelana ke Singapura, Beijing, Shanghai, Taipei, dan berakhir di Hongkong untuk dilelang. Diadakan dua lelang, yaitu tanggal 4 Oktober untuk Modern and Contemporary Asian art, lalu 6 Oktober, untuk Modern and Contemporary Southeast Asian Paintings. Keduanya bertempat di Hongkong Convention & Exhibition Centre. Inilah kali pertama, karya seniman Asia Tenggara ini bersaing dengan seniman China, Korea, Jepang dan India. Ini juga memperkokoh bukti pengakuan eksistensi seni ini oleh Sotheby's lewat area new contemporary art sejak tahun 2000.
Sesungguhnya, sensitivitas publik terhadap seni kontemporer memang meningkat signifikan, dan jadi pilihan saat Anda tidak sanggup 'mengandangkan' lukisan karya maestro karena tersandung bujet. Tentu saja, aturannya tetap sama.
Tentunya tidak lantas dua kategori tadi menjanjikan investasi menggiurkan, melainkan dibutuhkan ketajaman pendengaran yang berlanjut ke penglihatan dalam mengenai karya seniman baru. "Amati proses seorang seniman. Kalaupun ada perkembangan teknik, konsepnya tidak akan banyak berubah dari awal karirnya. Awal yang bagus dipoles lagi dengan teknik yang disempurnakan, akan membuat seniman mendapatkan atensi publik. Konsistensi, marketing, peranan galeri melalui katalog, eksposur dan keberadaan balai lelang adalah beberapa faktor yang membantu membentuk persepsi kolektor," papar Mok Kim Chuan, deputy director Sotheby's Southeast Asian Paintings.
Meskipun peranan balai lelang sejatinya sebatas mengestimasi rentang harga untuk menjadi panduan kolektor, namun diakui mayoritas karya seni yang ditawarkan sudah paten dan pilihan. "Jika ke galeri, mungkin ada 15 karya yang bisa dipilih, tapi balai lelang pasti sudah mengambil yang terbaik," lanjut Mok. Jadi, membeli lukisan tetap perkara selera yang sangat individual. Jangan terbawa arus, ikuti kata hati!